Membangun Ekonomi Kreatif di Era Digital

Membangun Ekonomi Kreatif di Era Digital

Perkembangan teknologi saat ini menghadirkan temuan robotik atau disebut juga artificial intelligent. Robot ini diprediksi dapat menyingkirkan sumber daya manusia di beberapa perusahaan manufaktur, ritel, maupun jasa. Di Eropa,

beberapa perusahaan otomotif sudah menggunakan robot yang berimbas pada dirumahkannya ribuan pekerja. Penggunaan robot dinilai banyak akademisi dan pengusaha sebagai langkah yang efisien. Tidak menuntut kemungkinan sebentar lagi ini akan terjadi di Indonesia.

Melihat kondisi tersebut STEBIS Darussalam berupaya untuk membekali mahasiswa dengan beberapa wawasan dan creative thinking agar tidak tersingkirkan oleh mesin. Hal itu diwujudkan melalui seminar dengan tema “Membangun Ekonomi Kreatif di Era Digital” pada 8 desember 2019 yang dinarasumberi oleh bapak Imam Asrofi.

Narasumber menyampaikan betapa dunia bisnis mengalami perubahan yang sangat pesat. Digitalisasi bisnis dan layanan menjadi hal yang lumrah dan mutlak diadopsi agar bisnis dapat terus bertahan. Sejalan dengan itu, bisnis baru yang berbasis digital juga terus bermunculan, salah satunya TOP JEK, ojek online dari Lampung. Ini menunjukkan bahwa di era disrupsi, persaingan bisnis menjadi semu dan sulit untuk diprediksi.

Pertanyaannya adalah bagaimana kita bersaing dengan robot dan bertahan di era digital? Jack Ma selaku owner dan founder salah satu perusahaan e-commerce terbesar di dunia yaitu Alibaba menyatakan bahwa artificial intelligent merupakan salah satu tantangan terbesar SDM kedapan. Dia menyatakan ada beberapa skills yang harus dimiliki untuk bersaing dengan robot, yaitu value, team work, independent thinking, care for others. Keempat keterampilan tersebut tidak dimiliki oleh robot sehingga mampu menjadi keunggulan sumber daya manusia di masa mendatang.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.