Workshop Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Tata Kelola Jurnal

Workshop Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Tata Kelola Jurnal

 

Menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) antara STEBIS Darussalam dan IAIM NU Metro pada bidang penelitian, pada Minggu 12 Juli 2020 dilaksankan workshop tentang penelitian berbasis pengabdian masyarakat dan dilanjutkan dengan tata kelola jurnal. Workshop penelitian dinarasumberi oleh Dr. H Subandi M.M selaku Direktur Pascasarjana sedangkan tata kelola jurnal oleh Mahmudi S.Pd.

Acara yang berlangsung di Aula STEBIS Darussalam ini dihadiri oleh segenap dosen dan sivitas akademik yang menjadi bagian dari implementasi dalam hal penulisan karya ilmiah dan publikasi. Dalam acara tersebut, wakil ketua STEBIS Darussalam Erham As’ari S.Pd. M.M menyampaikan harapannya agar jurnal di lingkungan perguruan tinggi (Jurnal Khozana) segera berindeks SINTA (Science and Technology Index) dan tumbuhnya motivasi dalam penulisan karya ilmiah.

Dr. H Subandi dalam pemaparannya menyatakan bahwa “penelitian saat ini sangat terbantu dengan adanya referensi digital, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak menulis”. Terlebih saat ini Kemenag dan Diktis sedang gencar mendorong publikasi ilmiah dengan memberikan dana hibah penelitian. narasumber menyatakan lebih concern pada penelitian yang berbasis pengabdian masyarakat karena dinilai lebih bermanfaat dan memberikan impact secara langsung bagi masyarakat. Alur penulisan dan metodogi penelitian (PAR, ABCD dan ABR) juga menjadi topik yang menarik dimana itu menjadi poin penting agar lolos menjadi proposal yang didanai Diktis.

Workshop dilanjutkan dengan tema tata kelola jurnal oleh bapak Mahmudi S.Pd selaku pengelola jurnal dari IAIM NU Metro. Saat ini perguruan tinggi tersebut telah memiliki 6 jurnal dan berindeks SINTA 2 dan SINTA 3 serta menjadi perguruan tinggi swasta dengan pengelolaan jurnal elektronik terbaik di lingkungan Kopertais VII Sumbagsel. Berdasarkan data dari kemenristekdikti, kebutuhan jurnal terakreditasi masih tinggi, sehingga diharapkan jurnal di lingkungan STEBIS Darussalam bisa mengambil salah satu kursi yang masih kosong tersebut. Beliau menyampaikan bahwa mengelola jurnal elektronik membutuhkan semedi/ketekunan untuk mencapai level tersebut (guraunya).  “Jurnal yang dikelola dengan baik akan mendapatkan indeks bereputasi yang nanti dapat memudahkan proses akreditasi perguruan tinggi” Imbuhnya.

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.